|
Written by Royn K. Silaen
|
|
APA DAN MENGAPA PKDM ?
Maret 2011 lalu, Caritas Keuskupan Sibolga (CKS) menyelesaikan satu program yang menangani isu kesehatan dengan judul “Nutrition Improvement through Livelihoods in Gomo” melalui Divisi Livelihood. Beberapa kegiatan dilakukan melalui Pos Gizi (PG) seperti pemberian makanan tambahan untuk anak gizi kurang, pembuatan kebun gizi, pembuatan kompos dan pengembangan lele untuk meningkatkan livelihood masyarakat. Beberapa dampak baik terjadi, diantaranya peningkatan status gizi anak, peningkatan pemahaman ibu-ibu tentang gizi dan pengolahan makanan yang baik, dapat mengakses pelayanan kesehatan (pemberian imunisasi untuk Bumil dan anak) dan meningkatnya pengetahuan dalam menanam sayur-sayuran. Namun hasil evaluasi menunjukkan bahwa masyarakat masih belum menunjukkan adanya kapasitas untuk menjalankan fungsi manajerial dalam kegiatan pos gizi yang sudah dibentuk. Dan evaluasi akhir proyek merekomendasikan beberapa hal, yakni :
|
|
Read more...
|
|
|
Buku Tahunan
|
|
Written by Harrys Laia
|
|
Tuesday, 28 February 2012 00:00 |
|
Kehadiran Caritas Keuskupan Sibolga (CKS) pasca bencana 2004/2005 lalu sebagai cinta kasih Allah di tengah masyarakat Kepulauan Nias. Berbagai manfaat telah dirasakan sampai saat ini. CKS tidak hanya terfokus pada penanggulangan resiko bencana/ tanggap darurat, melainkan juga pada usaha peningkatan kualitas hidup kaum muda di wilayah Keuskupan Sibolga.
Dukungan CKS di bidang pendidikan telah dibuktikan dengan pembangunan gedung sekolah di Hilizamurugö, pendistribusian buku-buku dan perlengkapan sekolah lainnya, bahkan dukungan pendidikan bagi siswa-siswi yang berasal dari keluarga kurang mampu. Dukungan ini berupa beasiswa selama kurun waktu satu hingga tiga tahun. Penerima manfaat tersebut dipilih dari delapan wilayah paroki di kepulauan Nias dan dua paroki di wilayah Tapanuli mulai dari tingkat SMP, SMU/SMK hingga perguruan tinggi. Sejak tahun 2005 tercatat 1925 siswa/ mahasiswa yang sudah menerima beasiswa dari program yang dinamai General Scholarship yang dilaksanakan oleh CKS. Jumlah ini bisa dikatakan cukup besar dan dipandang telah memberikan nilai positif bagi perkembangan kaum muda di bidang pendidikan.
|
|
Read more...
|
|
Buku Tahunan
|
|
Tuesday, 28 February 2012 00:00 |
|
Proyek ini dinamakan Livelihood Promotion in Alasa Parish atau Promosi Livelihood di Paroki Alasa. Pada Desember 2011, proyek ini resmi berakhir setelah berkarya selama 24 bulan untuk memberdayakan 11 Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) untuk pengembangan budidaya karet okulasi dan 2 KSM untuk pengembangan budidaya tanaman kakao. Terdapat 346 KK yang diberdayakan dalam 13 KSM tersebut.
Sebanyak tiga orang FA (field assistant) diterjunkan ke lapangan dan melakukan pendampingan intensif dibantu oleh enam orang FP (focal point). FP terdiri dari masyarakat setempat yang direkomendasikan oleh pastor paroki untuk mendukung para FA di lapangan. Agar mampu melakukan pendampingan terhadap kelompok, para FP selalu dibekali keterampilan tentang teknis pertanian, biasanya dilakukan sekali dalam seminggu.
|
|
Read more...
|
|
|
Buku Tahunan
|
|
Written by Harrys Laia
|
|
Tuesday, 28 February 2012 00:00 |
|
Divisi Gender CKS telah banyak melakukan kegiatan promosi kesetaraan dan keadilan gender, di seluruh penjuru Pulau Nias, bahkan sampai di Tapanuli Tengah. Dua kelompok sasaran sudah menerima manfaat sepanjang Divisi Gender menjalankan kegiatan yang berlangsung efektif kurang lebih selama dua setengah tahun. Kelompok tersebut adalah para pekerja pastoral dan kaum muda yang tinggal di asrama di bawah naungan gereja Katolik.
Sentuhan program untuk para pekerja pastoral dilakukan melalui pelatihan-pelatihan dan ajakan kerjasama dalam suatu kegiatan. Dua kali pelatihan dirancang untuk mempersiapan peserta dapat melakukan kegiatan sendiri di paroki. Pelatihan ini diperuntukkan bagi pekerja pastoral perempuan dan laki-laki. Sedangkan satu kali pelatihan kepemimpinan dikhususkan bagi yang perempuan.
|
|
Last Updated on Tuesday, 06 March 2012 03:24 |
|
Read more...
|
|
Buku Tahunan
|
|
Written by Mega Mendrova
|
|
Perlahan namun pasti Caritas Centre (CC) berusaha memperbaiki diri melalui pengalaman-pengalaman yang dilaluinya. Kursus gelombang III telah ditutup dan 71 orang (20 orang laki-laki dan 51 orang perempuan) menerima sertifikat tanda kelulusan.
Sedikit kembali ke belakang, tantangan yang dihadapi adalah bagaimana merancang kegiatan CC agar memotivasi para peserta untuk setia mengikuti seluruh kegiatan CC. Ada yang mundur di tengah jalan dengan alasan beragam, namun salah satu penyebabnya adalah kurangnya motivasi dari peserta kursus itu sendiri. Maka berdasarkan pengalaman ini, CC lebih selektif dalam penerimaan peserta kursus. Selain itu metode survei lapangan juga diterapkan. Dengan melibatkan alumni gelombang II, bersama-sama staf divisi Sosial turun lapangan mengunjungi tempat tinggal dan lingkungan para calon peserta kursus untuk memastikan apakah mereka memang benar-benar memenuhi kriteria atau tidak. Kriteria di sini maksudnya adalah mereka yang kurang mampu dan memiliki motivasi tinggi untuk belajar dan berubah untuk hidup yang lebih baik. Metode ini terbukti cukup berhasil, dari 74 orang yang mendaftar, hanya tiga orang yang tidak menyelesaikan kursus gelombang III hingga akhir.
|
|
Read more...
|
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 Next > End >>
|
|
Page 1 of 5 |