Bersama memberdayakan
Caritas Keuskupan Sibolga berkarya di wilayah yurisdiksi Gereja Katolik Keuskupan Sibolga, yakni di Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan seluruh Pulau Nias dan Pulau-Pulau Batu.
Selama empat tahun Caritas Keuskupan Sibolga berkonsentrasi pada rehabilitasi dan rekonstruksi perumahan penduduk korban bencana. Dimulai dengan pembangunan rumah korban tsunami di Kec. Sirombu dan Mandrehe (50 rumah), menyusul pembangunan rumah untuk korban gempa di daerah yang sama (150 rumah), lalu di Desa Hilimbaruzö, Kec. Gomo (123), dan daerah Kec. Moro'ö & Tugala Oyo (telah selesai 48 rumah + direncanakan sekurang-kurangnya 25), Gunung Sitoli (37 rumah), serta berbagai proyek fisik lainnya.
Setelah tiga tahun berkarya pertama dalam masa tanggap darurat dan kemudian dalam kerangka rehabilitasi dan rekonstruksi, pada awal tahun 2007 Caritas Keuskupan Sibolga mulai menyusun rencana strategis. Rencana strategis tsb. yang selesai pada bulan Augustus 2007 dan dipresentasikan kepada para mitra di Roma (Sep 2007) dan anggota Dewan Pengurus digelar untuk 10 tahun ke depan. Sesuatu yang tidak lazim. Namun untuk bisa berkarya secara konsisten dan mencapai target yang optimal, perlu kerangka waktu yang lama.
Untuk mewujudkan program sekompleks ini Caritas Keuskupan Sibolga membentuk berbagai departemen: sosial, gender, kesehatan, livelihood, serta komunikasi & advokasi.
Saat ini Caritas Keuskupan Sibolga sedang giat-giatnya menyelenggarakan pemberdayaan masyarakat melalui proyek CMDRR di 17 komunitas dan livelihood di 9 komunitas